logo

logo
logo

Minggu, 09 Oktober 2016



HARAPAN PEJUANG TERABAIKAN

Deraian air mata terus mengalir
Darah yang selalu menjadi pakaian diri
Keringat yang keluar sangatlah berarti
Bumerang bagai sarapan yang terpaksa dinikmati
            Terkadang kita tak pernah menengok kearah belakang
            Kearah dimana sang pejuang rela mati demi indonesia berdiri
            Terkadang kita menghiraukan tragedi darah sepanjang jalan
            Harumnya trotoar yang sudah mengubur harumnya darah sang pejuang
Membuat kita buta akan kepemilikan
Nagara ini berdiri bersama! Mati bersama! Bung..
Kenapa di masa ini banyak sekali lintah darat
Yang haus akan kekayaan pribadi
                                                                                    Karya
Ghina Sulthonah

1 komentar: